Bu Tri Susilowati didiagnosis kanker payudara Oktober 2025. Hasil USG menunjukkan ukuran massa mencapai 9 × 8 cm. Hasil CT scan menunjukkan hampir seluruh payudara kanan telah mengalami pengerasan, ditambah tanda-tanda penyebaran di sepanjang tulang belakang, iga dan pelvis. Hasil biopsi BMP pada sumsum tulang belakang menunjukkan positif kanker dengan karakter hormon ER+, PR+, HER2-, kemungkinan hasil penyebaran dari payudara. Efek penyebaran ke sumsum tulang menyebabkan Hb drop hingga 3,7, trombosit hanya 20.000. Meskipun rutin menjalani transfusi selama bulan September—Oktober 2025, Hb-nya rata-rata hanya berkisar 8–9. karena sudah masuk stadium akhir dan kondisi Hb-nya terus rendah, dokternya hanya memberikan perawatan paliatif dengan obat target anti hormon dan radiasi paliatif. Sebagai upaya alternatif akhirnya ia mencoba pakai alat ECCT.

Gambar: ATAS: Foto Bu Tri Susilowati dalam kondisi sehat dan normal setelah 8 bulan pemakaian alat; BAWAH: hasil CT scan dan USG sebelum pakai ECCT, serta CT scan dan USG setelah 7 bulan pemakaian alat.
***
8 bulan yang lalu Bu Tri Susilowati sudah dibilang oleh dokternya supaya banyak berdoa saja, fokus ibadah. “Kankernya sudah menyebar ke mana-mana hingga ke sumsum tulang, probe (USG) sudah tak bisa menjangkau (seluruh kanker di payudara).”
Kondisinya saat dibawa ke rumah sakit sudah sangat lemah, Hb-nya drop hingga 3,7, trombosit hanya 20.000. Transfusi berkali-kali tak mampu mengangkat Hb kembali ke normal.
Anaknya yang belum menikah hanya bisa menangis mendengar penjelasan dokter: “Ibu jangan tinggalkan aku.”
Hasil USG mammae (Oktober 2025) menunjukkan ukuran massa mencapai 9 × 8 cm, probe USG tak bisa menjangkau seluruh benjolan di payudara sebelah kanan. Hasil CT scan menunjukkan hampir seluruh payudara kanan telah mengalami pengerasan, ditambah tanda-tanda penyebaran di sepanjang tulang belakang, iga dan pelvis. Hasil biopsi BMP pada sumsum tulang belakang menunjukkan positif kanker dengan karakter hormon ER+, PR+, HER2-, kemungkinan hasil penyebaran dari payudara. Efek penyebaran ke sumsum tulang menyebabkan Hb Bu Tri turun terus meskipun sudah ditransfusi. Meskipun rutin menjalani transfusi selama bulan September—Oktober 2025, Hb-nya rata-rata hanya berkisar 8–9.
Karena stadium sudah masuk akhir (4), ditambah kondisi Hb yang selalu turun, pengobatan hanya diberikan untuk perawatan paliatif. Dokternya hanya memberikan obat untuk menekan hormon dan melakukan radiasi paliatif masing-masing sebanyak 15 kali pada bagian tulang panggul dan tulang dada tengah. Radiasi paliatif gunanya untuk mengurangi penekanan saraf yang menyebabkan sakit pada tulang, tak cukup mematikan dan membersihkan sel-sel penyebaran di tulang. Massa di payudaranya yang sudah membuat seluruh payudara kanan mengeras dan “ringsek,” relatif tak “diapa-apakan.”
Suatu hal yang sangat ironis karena Bu Tri selama karier hidupnya bekerja di fasilitas kesehatan spesialis untuk terapi kanker di salah satu RS terbesar di Jakarta. Sementara ia sendiri terkena kanker dengan kondisi yang sudah akhir saat ketahuan.
Tak mau menyerah, suami Bu Tri terus mencari alternatif dan akhirnya memilih ECCT. Bu Tri pakai ECCT mulai akhir Oktober, sambil terus mengonsumsi obat anti hormon dari dokternya. Ia juga mendapatkan suntikan penguat tulang untuk membantu tulangnya yang keropos akibat termakan oleh kanker.
Kondisinya mulai stabil setelah pakai alat. Selama 2 bulan pertama Hb-nya masih belum bisa naik hingga di atas 10, tetapi juga tak turun hingga perlu transfusi lagi. Kondisi tubuhnya terasa lebih fit, nafsu makan mulai bertambah, benjolan di payudara kanannya melunak, retraksi berkurang, tangannya yang awalnya sulit diangkat sudah bebas digerakkan; batuk, sesak napas dan sakit kepalnya berkurang.
Setelah pemakaian 6 bulan kondisi umumnya relatif sudah normal, Hb, trombosit dan leukosit relatif sudah normal. Setelah 6 bulan sumsum tulangnya sudah kembali bekerja memproduksi darah secara normal. Payudara kanannya yang awalnya “ringsek” bisa kembali ke bentuk awal yang relatif normal, seolah-olah tak terjadi apa-apa.
Hasil USG setelah pemakaian 7 bulan menunjukkan massa di payudara yang awalnya mencapai 10 cm menyusut menjadi di bawah 3 cm dan sudah tinggal gambaran lemak yang masih menumpuk, sesuai dengan karakter kanker payudara jenis Luminal A/B yang mati berubah menjadi kolesterol dengan pemakaian ECCT. CT scan terbaru menunjukkan penyebaran di tulang yang sudah tak terlihat dengan jelas.
Kondisi Bu Tri saat ini relatif normal. Semoga tetap sehat buat Bu Tri (WS).
